Jumat, 07 Januari 2011

THIS IS ME

My name is Nurul Hidayah and I am really glad if I am called De2y. I was born on January 14, twenty years ago in the small town of Rantau, located 120 km from the capital of South Kalimantan province, in a small and happy family. My mother and father were elementary school teachers here. They always taught their children to love learning, and since then a culture of reading and learning has been instilled in us as children. I have only an older brother. He is older than me about five years. When I entered elementary school my brother was in sixth grade and he was the one who always accompany me on our walks. He was very fond of me as I am of him.
Since childhood I was very interested in learning languages so in fifth grade my mom enrolled me in an English language course for elementary and junior high school students. When I graduated from junior high school I was given the freedom to choose where I would go to senior high school and finally I decided to continue my education at an Islamic boarding school for girls. When I attended school here my English language skills were not particularly enhanced as the curriculum focused on Arabic. I also learned to socialize with people from other regions that had culture and customs very different from my own. Habits of living far from parents since senior high school is what helped me adapt quickly to the life I would need for. Living in a dorm taught me the meaning of a self-reliance, friendship and responsibility.
Living in a dormitory was a period of time in my life I will never forget. Although I lived away from my parents I was very happy because my parents and older brother often visited. In 2008 I graduated from senior high school and then I decided to pursue higher education at Antasari State Institute for Islamic Studies Banjarmasin in English education. Through my English skills were not strong when I entered, I was accepted, as if God somehow knew that this was my destiny. Many of my friends did not understand my decision to choose English language because in boarding school Arabic was the focus and the much more popular choice. I do not regret my decision though; my studies in English have changed my life and the way I look at the world.
I started studying but struggled to improve my skills in English. I really enjoyed my life during college until the day I found out my mother died. To this day, I have trouble accepting this fact. People whom I love very much leave me so fast before I have a chance to make them proud. Sometimes I feel that this is only a dream, but slowly over time I began to realize that death is part of life and I do not have the power to change the time and circumstances that have been passed. Since then I promised to myself and God that I should be able to make my parents and family proud. Although my mother has died I am sure she is always there watching me from heaven.
After the incident makes me very upset, I got up slowly and began to repair myself. Trying to rediscover what my goals and ideals are. I try to be independent and stand in my own feet, little by little began to learn to find my own income because I'm very aware that life is changing, nothing is certain. Each of which life will surely meet death, the wheel of life continues to spin, sometimes above, but one day we too can bounce far down. Success is not measured by how high you climb but by how high we are able to bounce back when we fall. I invest in myself, where there is a will there definitely is a way.

Senin, 03 Januari 2011

Final Season

musim ujian dah mulai. segalanya masih belum fix, tapi tak ada kata menyerah dalam kamus kehidupan de2y. Inti dari segalanya hanyalah pada mampu tidak nya kita mengatur waktu dengan baik. Management waktu yang lemah itulah yang sering menjadi kendala terbesar dalam banyak pekerjaan yang sedang dihadapi.

Kamis, 30 Desember 2010

Kenapa AQ memilihmu?

Tadi malam, ketika kau tanyakan "kenapa aq?" sebenarnya banyak hal yang ingin ku ungkapkan tetapi lidah itu rasanya kelu dan rasa malu yang masih ............gimana ya? hehehhe..............
Oke ini list kenapa Aq memilihmu............
- Aq yakin kamu dapat membimbingku
- Aq yakin kamu dapat Memberiku motivasi dalam menjalani hidup ini
- Aq yakin kamu dapat memahami ku
- Aq yakin kamu dapat mengajari banyak hal
- Aq yakin kamu dapat memberiku pandangan lain dalam hidup ini
- Aq yakin kamu dapat menerima ku apa adanya
- Aq suka dengan caramu berbicara (suaramu penuh wibawa...)
- Aq suka dengan penampilanmu (tahukah kau, kau sangat sederhana...)
- Aq suka dengan caramu menyampaikan sesuatu
- Aq suka dengan caramu menanggapi sesuatu
- Aq suka dengan  dirimu apa adanya................
- Aq suka dengan komitmenmu dalam menjalani hidup
- Aq suka dengan planning2 mu tuk masa depan
- Aq..................................
- Aq...............................
- Aq................................


Semua tentang dirimu................... tapi satu yang pasti bagiku " AQ NYAMAN BERSAMAMU"

My new life

" lama ataupun sebentar perkenalan dan berhubungan bukan menjadi jaminan kualitas suatu hubungan"
Itu selalu q tanamkan dalam diriku n ku sampaikan padanya. Hari ini menjadi hari yang bersejarah bagiku, aq memulai hubungan baru dengan seseorang yang q cintai, walaupun proses yang singkat, q sangat berharap ini adalah yang terakhir. Membuat komitmen2 dalam berhubungan saling mendukung satu sama lain dalam setiap hal, itulah yang q harapkan dalam hubungan ini, juga rasa saling mengerti dan memiliki.

Selasa, 28 Desember 2010

Indonesia-ku

":Garuda didada ku............. garuda kebanggaanku..........kuyakin hari ini pasti menang" Aq benar2 yakin Indonesia hari ini akan menang. Hanya pecundang sajalah yang bermain tidak sportif demi mengharapkan kemenangan. Malaysia, tunggu saja cakar tajam garuda akan menghujam jantung kalian malam ini.
kalah ataupun menang kemaren itu bukan lah akhir dari segalanya, apalagi kemenangan mereka karena beberapa faktor yg kotor dan jauh dari hal sportifitas.
Aq kan selalu mendukungmu Laskar Merah Putih, Aq bangga menjadi warga negara Indonesia, dan aq sangat bangga juga memiliki TIMNAS seperti kalian. Jangan pernah menyerah! terus semangat dan lakukan yang terbaik yang kalian bisa.
Do'a kami seluruh bangsa Indonesia selalu bersama kalian!

Sabtu, 25 Desember 2010

My future and I

life is like a test. where ever and when ever we are, we have to face everything in the future.
the most important thing for me now is how to make all of my dreams come true.
these are my list dream that I have to make it true and struggle to reach it :
- fix all of my study value in this semester, finish all of my assignment.
- make a Qualify application for scholarship
- how to graduate from college in the right time, it means only 4 years, not more.
- continue in second degree(magister), if it is possible, I will find a scholarship to study in abroad focus in linguistic
- get married, hoping find someone who can accept all of my condition, whatever I am and then be a happy family with some nice children
- have a permanent job and of course, enough income. have my own home, car, etc........hehehhehe
- if there is a chance, i will continue in 3 degree ( Ph.D )

may be............. for now, it is enough for me.......... next time if I have something new, it will be change!
May Allah always blesses me!

Selasa, 02 November 2010

MAHASISWA IAIN ANTASARI DALAM PEMBANGUNAN KEHIDUPAN MASYARAKAT


“ Syubbanul yaum, Rijalul gadhi…” merupakan sebuah pepatah yang pantas untuk dijadikan sebuah acuan dalam menggambarkan peranan pemuda terutama mahasiswa dalam pembangunan kehidupan masyarakat. Pemuda sekarang adalah pemimpin di masa akan datang. Itulah mungkin gambaran umum peran mahasiswa.
Mahasiswa sebagai “the agent of change” yakni agen perubahan tentu saja memiliki andil yang besar dalam perubahan membangun kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa pada umumnya memiliki peranan yang sama begitu juga mahasiswa di IAIN Antasari. Akan tetapi, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda yang mana satu sama lain saling melengkapi.
Mengamati keadaan mahasiswa IAIN Antasari saat ini, peranan mahasiswa itu dapat terbagi dalam beberapa hal, tergantung dari tiap potensi yang ada pada diri pribadi mahasiswa itu sendiri yang tentu saja hal ini sangat berpengaruh dalam pembangunan kehidupan masyarakat.
Potensi pertama mahasiswa IAIN Antasari ini adalah orang-orang yang bersifat idealis, kritis dan juga kreatif. Lihat saja pada kenyataannya, betapa mahasiswa-mahasiwa IAIN Antasari itu menjunjung tinggi idealisnya, mereka sangat kritis terhadap isu-isu yang sedang berkembang baik dalam hal politik, ekonomi, budaya dan sosial. Mereka mengkritisi hal-hal yang mereka rasa ada ketidakberesan, akan tetapi mereka juga kreatif dilihat dari bagaimana mereka menyampaikan pemikiran-pemikirannya dan pemberian solusi menurut mereka. Hal yang paling membanggakan lagi adalah bahwa mahasiswa ini menyampaikan dengan cara yang bagus, lewat media dan jika memang harus ada demonstrasi, maka demonstrasi yang diadakanpun adalah dengan cara damai tidak harus dengan jalan kekerasan seperti yang sering kita liat di media cetak ataupun elektronik yang kampus-kampus dari daerah lain lakukan.
Sangat tepat sekali memang jika mahasiswa dikatakan sebagai social control dalam menyikapi dan menanggapi setiap ketidakberesan berjalannya system yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Mereka juga mampu menciptakan sebuah arus perubahan yang lebih baik sebagaimana idealita yang ada dalam diri mahasiswa.
Pembangunan masyarakat, merupakan suatu "proses" dimana usaha-usaha atau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat diintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan, dan mengintegrasikan masyarakat di dalam konteks kehidupan berbangsa, serta memberdayakan mereka agar mampu memberikan kontribusi secara penuh untuk mencapai kemajuan pada level nasional. Pembangunan ini juga tidak lepas dari peran mahasiswa selaku agent of change dan social control tersebut karena mahasiswa itu sendiri merupakan bagian yang tak mungkin terpisahkan dari yang namanya masyarakat..
Mahasiswa IAIN Antasari dianggap sebagai intelektual terdidik dalam hal ilmu agama, karena merupakan orang-orang yang dididik dalam lingkup perguruan tinggi agama islam. Masyarakat biasanya menganggap bahwa mahasiswa IAIN khususnya dalam hal ini IAIN Antasari adalah orang-orang yang mumpuni dalam ilmu agama. Tidak salah memang, akan tetapi kadang masyarakat itu kurang tahu bahwasanya di IAIN itu yang dipelajari tidak hanya ilmu agama semata, sedangkan kadang masyarakat itu memukul rata semuanya, padahal tidak semuanya mahasiswa IAIN itu mengerti secara menyeluruh dan mendalam tentang ilmu agama karena mereka memiliki spesialisasi tersendiri dalam bidang masing-masing. Sebuah beban moral yang cukup berat memang menghadapi paradigm masyarakat yang seperti ini. Lantas bagaimanakah mahasiswa mengambil perannya disini?  Tentu saja, mahasiswa IAIN Antasari disamping memiliki potensi dalam hal bersifat idealis, kritis dan kreatif, mereka juga memiliki potensi lain yang tidak kalah penting yaitu aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan.  
Aspek diatas memiliki peran yang sangat penting sekali terhadap peran mahasiswa dalam pembangunan kehidupan masyarakat, karena tanpa wawasan keilmuan yang luas seorang mahasiswa tidak dapat memberikan input yang bagus dalam masyarakat. Intelektualitas yang mahasiswa miliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga dengan keilmuannya akan  memberikan bekal teoritis  maupun praktis dalam setiap permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat. Dengan keilmuannya pula, mahasiswa IAIN Antasari dapat mengambil peran dalam pembangunan kehidupan masyarakat dengan menjawab tantangan zaman serta menjadi problem solver bagi masyarakat disekitarnya.
Yang tak kalah penting lagi, sebagai mahasiswa IAIN Antasari adalah bersifat sosial dan peka terhadap kehidupan orang lain atau sesama. Pengalaman sebagai mahasiswa IAIN Antasari yang pernah dirasakan adalah ketika musibah banyak menimpa negeri ini, mereka cepat tanggap, peduli penderitaan sesama manusia, sebut saja bencana-bencana yang baru-baru ini terjadi, banjir di Wasior, Papua, Tsunami yang melanda kepulauan Mentawai sampai pada gunung Merapi yang meletus beberapa hari ini telah menerbitkan rasa kebersamaan dan keingian kuat untuk berbagi dan turut andil dalam merasakan penderitaan itu. Walaupun hal kecil yang dilakukan seperti mengumpulkan sumbangan dijalan-jalan, tapi ini merupakan bentuk apresiasi bahwa ternyata mahasiswa IAIN Antasari mengambil perannya bahwa mereka memang memiliki sifat kemanusiaan yang sangat perlu dibanggakan.
Potensi dari ketiga aspek yang ada inilah yang akan membuat mahasiswa dapat melakukan perannya. Caranya, ketiga potensi itu harus benar-benar dikembangkan secara optimal oleh mereka baik secara personal maupun komunal agar dapat menjadi senjata yang siap digunakan untuk memberikan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat. Potensi dari aspek karakter dikembangkan dengan berbagai aktivitas yang mengasah softskill, baik melalui kegiatan keorganisasian, pelatihan-pelatihan maupun aktivitas keseharian mahasiswa di luar kegiatan akademik. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa IAIN Antasari adalah sebuah perguruan tinggi yang didalamnya sangat mendukung hal-hal seperti ini, dengan begitu banyaknya organisasi yang ada sesuai dengan minat mahasiswanya. Hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa IAIN Antasari untuk mengembangkan potensi dirinnya masing-masing, sehingga nantinya saat terjun langsung ke masyarakat mereka sudah mampu memposisikan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Sedangkan potensi intelektualitas dibangun melalui semua kegiatan yang mengasah hardskill, yakni kegiatan belajar mengajar, pengkajian, penelitian dan juga pelatihan yang dilaksanakan dalam sebuah perguruan tinggi, dalam hal ini IAIN Antasari telah memfasilitasi mahasiswanya dalam mengembangkan potensi akademik dan intelektualnya. Sedangkan sifat sosial yang ada akan memudahkan mahasiswa dalam menyatu dengan masyarakat, mampu beadaptasi dengan baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat dalam rangka pembangunan secara menyuluruh. Dengan begitu mereka memiliki kualifikasi dan kompetensi menuju profil mahasiswa ideal, yakni mahasiswa yang memiliki integritas moral, kredibilitas sosial dan profesionalitas keilmuan.