“ Syubbanul yaum, Rijalul gadhi…” merupakan sebuah pepatah yang pantas untuk dijadikan sebuah acuan dalam menggambarkan peranan pemuda terutama mahasiswa dalam pembangunan kehidupan masyarakat. Pemuda sekarang adalah pemimpin di masa akan datang. Itulah mungkin gambaran umum peran mahasiswa.
Mahasiswa sebagai “the agent of change” yakni agen perubahan tentu saja memiliki andil yang besar dalam perubahan membangun kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa pada umumnya memiliki peranan yang sama begitu juga mahasiswa di IAIN Antasari. Akan tetapi, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda yang mana satu sama lain saling melengkapi.
Mengamati keadaan mahasiswa IAIN Antasari saat ini, peranan mahasiswa itu dapat terbagi dalam beberapa hal, tergantung dari tiap potensi yang ada pada diri pribadi mahasiswa itu sendiri yang tentu saja hal ini sangat berpengaruh dalam pembangunan kehidupan masyarakat.
Potensi pertama mahasiswa IAIN Antasari ini adalah orang-orang yang bersifat idealis, kritis dan juga kreatif. Lihat saja pada kenyataannya, betapa mahasiswa-mahasiwa IAIN Antasari itu menjunjung tinggi idealisnya, mereka sangat kritis terhadap isu-isu yang sedang berkembang baik dalam hal politik, ekonomi, budaya dan sosial. Mereka mengkritisi hal-hal yang mereka rasa ada ketidakberesan, akan tetapi mereka juga kreatif dilihat dari bagaimana mereka menyampaikan pemikiran-pemikirannya dan pemberian solusi menurut mereka. Hal yang paling membanggakan lagi adalah bahwa mahasiswa ini menyampaikan dengan cara yang bagus, lewat media dan jika memang harus ada demonstrasi, maka demonstrasi yang diadakanpun adalah dengan cara damai tidak harus dengan jalan kekerasan seperti yang sering kita liat di media cetak ataupun elektronik yang kampus-kampus dari daerah lain lakukan.
Sangat tepat sekali memang jika mahasiswa dikatakan sebagai social control dalam menyikapi dan menanggapi setiap ketidakberesan berjalannya system yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Mereka juga mampu menciptakan sebuah arus perubahan yang lebih baik sebagaimana idealita yang ada dalam diri mahasiswa.
Pembangunan masyarakat, merupakan suatu "proses" dimana usaha-usaha atau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat diintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan, dan mengintegrasikan masyarakat di dalam konteks kehidupan berbangsa, serta memberdayakan mereka agar mampu memberikan kontribusi secara penuh untuk mencapai kemajuan pada level nasional. Pembangunan ini juga tidak lepas dari peran mahasiswa selaku agent of change dan social control tersebut karena mahasiswa itu sendiri merupakan bagian yang tak mungkin terpisahkan dari yang namanya masyarakat..
Mahasiswa IAIN Antasari dianggap sebagai intelektual terdidik dalam hal ilmu agama, karena merupakan orang-orang yang dididik dalam lingkup perguruan tinggi agama islam. Masyarakat biasanya menganggap bahwa mahasiswa IAIN khususnya dalam hal ini IAIN Antasari adalah orang-orang yang mumpuni dalam ilmu agama. Tidak salah memang, akan tetapi kadang masyarakat itu kurang tahu bahwasanya di IAIN itu yang dipelajari tidak hanya ilmu agama semata, sedangkan kadang masyarakat itu memukul rata semuanya, padahal tidak semuanya mahasiswa IAIN itu mengerti secara menyeluruh dan mendalam tentang ilmu agama karena mereka memiliki spesialisasi tersendiri dalam bidang masing-masing. Sebuah beban moral yang cukup berat memang menghadapi paradigm masyarakat yang seperti ini. Lantas bagaimanakah mahasiswa mengambil perannya disini? Tentu saja, mahasiswa IAIN Antasari disamping memiliki potensi dalam hal bersifat idealis, kritis dan kreatif, mereka juga memiliki potensi lain yang tidak kalah penting yaitu aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan.
Aspek diatas memiliki peran yang sangat penting sekali terhadap peran mahasiswa dalam pembangunan kehidupan masyarakat, karena tanpa wawasan keilmuan yang luas seorang mahasiswa tidak dapat memberikan input yang bagus dalam masyarakat. Intelektualitas yang mahasiswa miliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga dengan keilmuannya akan memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam setiap permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat. Dengan keilmuannya pula, mahasiswa IAIN Antasari dapat mengambil peran dalam pembangunan kehidupan masyarakat dengan menjawab tantangan zaman serta menjadi problem solver bagi masyarakat disekitarnya.
Yang tak kalah penting lagi, sebagai mahasiswa IAIN Antasari adalah bersifat sosial dan peka terhadap kehidupan orang lain atau sesama. Pengalaman sebagai mahasiswa IAIN Antasari yang pernah dirasakan adalah ketika musibah banyak menimpa negeri ini, mereka cepat tanggap, peduli penderitaan sesama manusia, sebut saja bencana-bencana yang baru-baru ini terjadi, banjir di Wasior, Papua, Tsunami yang melanda kepulauan Mentawai sampai pada gunung Merapi yang meletus beberapa hari ini telah menerbitkan rasa kebersamaan dan keingian kuat untuk berbagi dan turut andil dalam merasakan penderitaan itu. Walaupun hal kecil yang dilakukan seperti mengumpulkan sumbangan dijalan-jalan, tapi ini merupakan bentuk apresiasi bahwa ternyata mahasiswa IAIN Antasari mengambil perannya bahwa mereka memang memiliki sifat kemanusiaan yang sangat perlu dibanggakan.
Potensi dari ketiga aspek yang ada inilah yang akan membuat mahasiswa dapat melakukan perannya. Caranya, ketiga potensi itu harus benar-benar dikembangkan secara optimal oleh mereka baik secara personal maupun komunal agar dapat menjadi senjata yang siap digunakan untuk memberikan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat. Potensi dari aspek karakter dikembangkan dengan berbagai aktivitas yang mengasah softskill, baik melalui kegiatan keorganisasian, pelatihan-pelatihan maupun aktivitas keseharian mahasiswa di luar kegiatan akademik. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa IAIN Antasari adalah sebuah perguruan tinggi yang didalamnya sangat mendukung hal-hal seperti ini, dengan begitu banyaknya organisasi yang ada sesuai dengan minat mahasiswanya. Hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa IAIN Antasari untuk mengembangkan potensi dirinnya masing-masing, sehingga nantinya saat terjun langsung ke masyarakat mereka sudah mampu memposisikan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Sedangkan potensi intelektualitas dibangun melalui semua kegiatan yang mengasah hardskill, yakni kegiatan belajar mengajar, pengkajian, penelitian dan juga pelatihan yang dilaksanakan dalam sebuah perguruan tinggi, dalam hal ini IAIN Antasari telah memfasilitasi mahasiswanya dalam mengembangkan potensi akademik dan intelektualnya. Sedangkan sifat sosial yang ada akan memudahkan mahasiswa dalam menyatu dengan masyarakat, mampu beadaptasi dengan baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat dalam rangka pembangunan secara menyuluruh. Dengan begitu mereka memiliki kualifikasi dan kompetensi menuju profil mahasiswa ideal, yakni mahasiswa yang memiliki integritas moral, kredibilitas sosial dan profesionalitas keilmuan.